Komitmen


Bismillahirrahmanirrahim

Belajar komitmen.

Ketika mengikuti kuliah SPN 6 di Salman edisi perdana, Ustadz Darlis Fajar menyampaikan tentang arti dan makna komitmen. Sebelumnya beliau menanyakan kepada para peserta, termasuk saya. berbagai jawaban pun muncul. Namun yang cukup mencengangkan bagi saya, beliau menyatakan bahwa arti komitmen itu cukup dua kata: NO REASON. Satu hal yang membuat keberanian utk menuju ke jenjang pernikahan: Komitmen.

Hal itu beliau sampaikan lagi ketika bertemu di MQ FM saat ada acr ‘ngaji bareng & koordinasi TC Nasional’. Saat itu beliau menanyakan siapa yang sanggup mengkhatamkan AlQuran tiap bulan. Dan diantara kami cuma sebagian yg mengangkat tangan tanda sanggup. Kemudian beliau bertanya mengapa msh ada yang tidak mau (termasuk saya😦 ). Akhirnya beliau pun bercerita tentang kisah Kaab yang tidak ikut perang Tabuk. Intinya tentang KOMITMEN!.  Ketika Nabi bertanya mengapa Ka’ab tidak ikut berjihad. Shbt Kaab tak berani berdusta, beliau tak punya alasan untuk berdusta. Sampai akhirnya beliau mendapat sanksi selama 40 hari.

Satu pelajaran berharga: Komitmen.

Commitment is NO REASON

Komitmen = tidak ada alasan.

Komitmen.

Satu kata indah yang menjadi pengikat kesetiaan.

Satu kata indah  yang akan menguatkan keistiqomahan.

Satu kata yang akan membuktikan keteguhan di jalan cinta para pejuang.

karena disana dia yakin Allah selalu bersamanya.

karena dia yakin, jika dia jujur di setiap target&ikhtiarnya  pada Allah, maka Allah akan mengabulkan perjuangannya.

Alasan akan membuat kita selalu menunda amal. Dan lama-kelamaan akan membuat kita meninggalkannya. Kita dianjurkan untuk bersegera beramal. Memenuhi panggilan-Nya.

Kita bisa mengambil hikmah dari kisah shbt  Ka’ab

http://embuntarbiyah.wordpress.com/2007/07/13/kisah-ka%E2%80%99ab-bin-malik-dalam-perang-tabuk/

http://nkamariyah.blogspot.com/2009/03/belajar-dari-perang-tabuk-membangkitkan.html

Semoga kita bisa berkomitmen dengan keimanan & keislaman.

-chalim-

Related topik:

komitmen terhadap goalLomba marathon internasional 1986 di New York  diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang  di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.

Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya  karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.

Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang  kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.

Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya.

Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya berseru “Ayo Bob!  Ayo Bob ! Berlarilah terus”. Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 km dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.

Empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah2  gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit ! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!”

Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.

Di hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata “SAYA BUKAN ORANG HEBAT. ANDA TAHU SAYA TDAK PUNYA KAKI LAGI. SAYA HANYA MENYELESAIKAN APA YANG TELAH SAYA MULAI. SAYA HANYA MENCAPAI APA YANG TELAH SAYA INGINKAN. KEBAHAGIAAN SAYA DAPATKAN ADALAH DARI PROSES UNTUK MENDAPATKANNYA. SELAMA LOMBA, FISIK SAYA MENURUN DRASTIS. TANGAN SAYA SUDAH HANCUR BERDARAH-DARAH. TAPI RASA SAKIT DI HATI SAYA TERJADI BUKAN KARENA LUKA ITU, TAPI KETIKA SAYA MEMALINGKAN WAJAH SAYA DARI GARIS FINISH. JADI SAYA KEMBALI FOKUS UNTUK MENATAP GOAL SAYA. SAYA RASA TIDAK ADA ORANG YANG AKAN GAGAL DALAM LARI MARATHON INI. TIDAK MASALAH ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI”

http://www.emotivasi.com/2008/08/13/komitmen-terhadap-goal

3 thoughts on “Komitmen

  1. Ping-balik: Tak Ada Alasan Lagi « Sketsa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s