cintaku padaMu Ya Allah


Kami telah berbai’at, untuk mendengar dan taat

dalam suka ataupun duka, saat segar ataupun lelah,

ketika bersemangat ataupun malas, kuat ataupun lemah

-Sa’d ibn Mu’adz-

*****

Bagaimana jika sulitnya taat itu berasal bukan dari kondisi di luaran, tapi dari apa yang ada di dalam diri kita? Dari yang melekat dalam jiwa. Karakter.

Bagaimana menggunakan karakter untuk menyongsong hidayah? Menjadikannya tonggak perubahan kebaikan.

Ketika dengan karakter itu kita diuji? Bagaimana sikap kita? Ketika tak mudah untuk taat dalam kondisi seperti ini.

Ketika ujian itu datang sampai titik terlemah. Apa yang akan kita lakukan?

*****

Jadikan cintaku padaMu Ya Allah

Berhenti di titik ketaatan

Meloncati rasa suka dan tak suka

Karena aku tahu,

mentaatiMu dalam hal yang tak kusukai

adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala

karena seringkali ketidaksukaanku,

hanyalah bagian dari ketidaktahuanku

-Salim A Fillah-

2 thoughts on “cintaku padaMu Ya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s