Tak Sekedar Sukses Tugas Akhir


Bismillahirrahmanirrahim

Tak Sekedar Sukses Tugas Akhir

Kebahagiaan telah menjadi dambaan setiap manusia yang diberi kesempurnaan dalam penciptaannya. Ada bermacam-macam kebahagiaan yang didefinisikan oleh setiap orang. Bahkan bisa saja tiap orang mempunyai definisi yang berbeda. Hal ini bukan suatu hal yang terjadi secara kebetulan, karena manusia merupakan makhluk yang diberi kebebasan untuk memilih. Namun kebebasan memilih itu harus dipertanggung jawabkan kepada penciptanya. Sesuatu yang dapat dijadikan pedoman ketika kita akan memilih kebahagiaan mana yang akan kita cari, yaitu dengan melihat kembali petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya dalam Al Quran dan Alhadits. Karena hanya dengan mengikuti bimbingan-Nya kita akan menemukan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.

Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q.S. Asy Syams[91] : 7-10 )

Dunia dipenuhi dengan relatifitas. Sebagaimana Einstein telah membuktikan bahwa massa dan benda-benda adalah sesuatu yang relatif. Sesuatu itu terus berubah, materi berubah karena gerak dalam suatu waktu. Semua mengikuti sunnatullah. Waktu adalah sesuatu yang berjalan sangat cepat. Hari Rabu ini tidaklah sama dengan Hari Rabu di pekan yang lalu. Matahari yang kita lihat sekarang bukanlah matahari yang kita lihat kemarin. Sesungguhnya tubuh kita juga setiap saat berubah. Tubuh yang kita sadari sekarang sebenarnya adalah tubuh yang sangat berbeda dengan tubuh satu hari kemarin.

Jika tidak ada waktu, tidak ada yang relatif maka semuanya menjadi pasti. Itu berarti juga bukan kehidupan di dunia lagi. Bumi selalu bergerak & berputar mengakibatkan ada siang dan malam. Bagian bumi yang terkena matahari mempunyai waktu siang, bagian bumi yang tertutupi sinar matahari mempunyai waktu malam. Jika kita terbang tinggi meninggalkan orbit bumi akankah kita mengalami siang dan malam?

Salah satu hikmah adanya waktu & sesuatu yang tidak pasti apa yang akan terjadi pada esok hari, yaitu agar manusia mempunyai kebebasan memilih. Agar ia mempunyai iman, cita-cita, keinginan, keyakinan, dan mimpi. Jika semua kejadian dari lahir sampai mati sudah kita ketahui dengan pasti, masa depan yang sudah pasti, maka kita tidak akan mempunyai mimpi. Kita akan menjadi seonggok daging yang punya nama, bisa jalan-jalan dan berbicara, bukan sebuah kehidupan, tak ada sesuatu yang istimewa.

Kita hanya mengetahui takdir apa yang telah menimpa kita. Kita tidak tahu takdir apa yang akan menimpa kita. Kita juga diberi logika yang terbatas untuk mengetahui sebagian saja tentang kejadian yang akan terjadi, sesuai dengan hukum sunnatullah. Namun takdir yang pasti akan terjadi tetap menjadi kuasa Allah semata. Kita diberi kebebasan ikhtiar memilih sendiri jalan mana yang akan kita ambil.

Waktu mempunyai nilai yang sangat berharga. Begitu dahsyat peranan waktu. Bahkan Allah juga telah bersumpah dengan waktu (Q.S. Al ‘Ashr [103]). Imam Syafi’i juga menyatakan bahwa jika Al Qur’an ini hanya turun satu surat saja, maka surat Al ‘Ashr bisa menggantikannya. Bahkan Imam Hasan Al Bana juga menyatakan, bahwa amanah yang kita jalani lebih banyak dari waktu yang kita punya. Waktu mempunyai peran yang penting untuk mewujudkan suatu mimpi. Dengan jatah waktu yang ada (dan mungkin juga sama dianugerahkan pada setiap orang) seberapa banyak yang dapat aku lakukan? Seberapa banyak karya yang dapat kulakukan, sampai sejauh mana aku dapat membuktikan mimpi itu? Sudahkah aku menjadi manusia yang bisa memberi manfaat untuk orang lain?

Waktu kuliahku di prodi Arsitektur telah melewati tujuh semester. Dalam perjalanan tujuh semester itu aku telah mengalami berbagai macam pengalaman. Ada pengalaman yang menyenangkan dan juga menyedihkan. Prestasi belajar yang naik turun, nilai A, B, C telah mewarnai transkip nilaiku. Biarlah ia menjadi masa lalu. Bagiku ada yang lebih penting dari sekedar nilai, A, B, ataupun C. Ada yang lebih tinggi nilainya dalam proses belajar. Semoga proses belajar ini menjadikanku lebih dewasa, berubah lebih baik, menjadi orang yang banyak berkarya dan memberikan manfaat untuk orang lain.

Kini aku sedang melangkah di semester delapan. Meneruskan perjuangan mewujudkan mimpi. Mimpi menjadi seorang arsitek muslim yang memberikan manfaat untuk orang lain. Mimpi yang telah membawaku dari sebuah desa kecil, Banjareja, Puring, Kebumen. Dan kini berada di kota Bandung tempat ku menempuh pendidikan Arsitektur. Mimpi yang telah membawaku menemukan berbagai keajaiban dalam hidup, bertemu dengan saudara & sahabat baru, mendapat ilmu dan pengalaman baru, dsb. Terima kasih Ya Allah.

Menurut pendapat seorang teman yang sudah melakukan TA, “Mengerjakan tugas akhir ituh kudu sabar. Tapi, kalo kita yakin bisa, segala sesuatu pasti tidak sesulit yang dibayangkan.”

Ketika sharing dalam suatu acara rihlah&TCP gARis di Tahura Ir Juanda, temanku yang baru wisuda Oktober lalu menceritakan pengalamannya, “ Nilai studio yang telah lalu tidak menjadi jaminan untuk sukses di TA ini. Kamu bisa membalikkan menjadi lebih baik bahkan mendapat nilai A. Buktikanlah kesungguhanmu, Perbaiki strategimu, Nikmati setiap proses dengan sebaik-baiknya. Berbuatlah lebih dari yang biasa-biasanya.” Tugas Akhir dapat menjadi titik balik seseorang untuk memperbaiki hidupnya. Tiitik balik yang merubah cara pandangnya, pemikirannya, dan perbuatannya. Indah sekali jika bukan hanya TA-nya saja yang sukses, tetapi karakter&kepribadiannya juga semakin matang. Memang banyak orang yang telah mendapatkannya. Dan kini aku juga berjuang untuk mendapatkannya. Allah telah telah memberi kebebasan bagi setiap manusia untuk memilih, aku memilih menjadi hamba-Nya yang bermanfaat untuk sebanyak-banyak umat. Bukan manusia yang selalu mementingkan diri sendiri, manusia yang terlalu mencintai dirinya sendiri.

Kesuksesan yang ingin kuraih bukanlah kesuksesan dunia semata. Tidak sekedar sukses TA saja, tapi ada sukses yang lebih tinggi lagi dari sebatas TA saja. Bukanlah kesuksesan yang nilainya hanya sementara, tetapi kesuksesan yang selalu meningkat menuju kesuksesan hakiki. Sebagai seorang abdi(hamba) yang diciptakan oleh Rabb Semesta Alam. Atas nama Allah hamba hidup menjadi khalifah di bumi. (Ya Allah bimbinglah hamba untuk menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Bimbing hamba agar menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, menjadi rahmat untuk yang lain).

Salah satu yang menjadi inspirasi (pencerahan) untuk mewujudkan mimpi itu kutemukan dalam novel 5 cm. Karya Donny Dhirgantoro. Novel yang bercerita tentang perjalanan lima sahabat yang diadakan setelah tiga bulan berpisah. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Perjalanan yang mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

“Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening kamu… jangan menempel. Biarkan….”

dia…

menggantung…

mengambang…

5 centimeter…

di depan kening kamu…”

“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinanmu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri….”

“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu… cuma….”

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja….”

“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”

Untuk mereka yang masih belum percaya—walaupun manusia tidak akan pernah bisa memutar kembali waktu untuk mengulang kembali semuanya dari awal—Tuhan telah memberikan kebebasan bahwa setiap manusia bisa memulai kembali semuanya dari sekarang, untuk membuat akhir yang baru, akhir yang lebih indah.

*****

Alhamdulillah….

Terima kasih pada, Ibu-Bapak, Guru, saudara& semua sahabat…

You are my inspiration…

Mohon Doa Restu

Beberapa pesan&nasehat untukku…

Jangan belajar sebelum berdoa (Teteh)

Selamat berjuang! Buktikan Ade adalah yang terbaik! (Aa)

Luruskan niat. Semangat & jangan lupa, minta bantuan Allah. Ikhtiar maksimal & tawakal. Allahumma yassir wala tu’asir. (Ade)

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S. Ar Ra’d :11 )

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran:159 )

Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta. (KH. Rahmat Abdullah)

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. (KH. Rahmat Abdullah)

I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world. (Albert Einstein)

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. (Mario Teguh)

11 thoughts on “Tak Sekedar Sukses Tugas Akhir

  1. Amiin…
    Yup, waktu kita tinggal 4 minggu lagi menuju sidang akhir…
    Mari kita berjuang semaksimal mungkin.

    “BerSEMANGATLAH thdp apa yg berMANFAAT bagimu&mohonlah pada ALLAH, jangan kamu merasa lemah” (HR. Muslim)

    Bismillah (Atas Nama Allah) aku berjuang…!
    ALLAHU AKBAR!

  2. wah tulisan lo bagus lim,,

    gw jadi lebih mikir ni TA nya,
    sebelumnya gw santai2 mulu..

    terus semangat lim, ayo kita beresin TAnya
    sukur2 kalo dapet A..

    amiiin

  3. Ping-balik: Dreams come True « Sketsa….

  4. chaliiiimmmmmmmm……
    Ayooo SEMANGATTTTTTTTTTT..!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Hari-hari perjuangan ini akan menjadi kenangan indah,
    Bersungguh-sungguhlah dalam berjuang..!!!!!!!!!

    Semoga sukses ya..!!!!!!
    Yakin kamu BISA..!!!!

  5. wa’alaikumsalam wr wb

    Alhamdulillah, banyak jalan Allah memberi hidayah pada hamba-Nya..
    Menang atau Syahid dua-duanya kebaikan….
    Jazakillah Teh…

    Bismillah, Atas Nama Allah kita menjalani hidup, dari asalnya tiada kemudian hidup, mati, dan akan hidup lagi!
    Atas Nama Allah kita berjuang!

  6. assalamu’alaikum..setuju banget lim..tulisan tentang TA ini

    subhanallah..depi jadi terBAKAR SEMANGATnya..perjuangan emang belum berakhir sampai kaki kita menyentuh tanah kubur dan nafas kita terhenti..ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR!!

    nah dari buku yang depi pinjem..alhamdulillah depi dapet “sesuatu”..bukan satu aja tapi BUANYAKKKK!!…kayak di buku itu..ceritanya pas lagi perang sang komandan memberi pilihan kepada prajuritnya yaitu.. MENANG atau SYAHID..begitu juga dengan kita yang lagi Tugas Akhir..

    SEMANGAT!!!!

    wassalamu’alaikum..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s