Konsistensi : Terus berkarya & berjuang


Seringkali dalam keadaan sendiri saya merenung, mengapa saya sekarang menjadi seperti ini. Mengapa banyak kegagalan? Mengapa kulaih saya berantakan? Mengapa prestasi saya menurun? Apa sebabnya? kadang terbersit menyalahkan diri sendiri bahkan orang lain. Sampai terjadi futur, frustasi.

Konsistensi.
Itulah jawabnnya, sebab mengapa prestasi saya menurun. Konsistensi/istiqamah bisa dimaknai juga dengn ketekunan.
Mendapat prestasi tinggi lebih mudah daripada mempertahankan untuk terus berprestasi. Mendaki puncak gunung lebih mudah daripada bertahan di puncak gunung itu hingga akhir hayat.
Ketika saya bertanya pada seorang sahabat, tentang apa motivasi yang membuatnya bersemangat ketika sedang dilanda futur. Beliau memberikan jawaban: ” saya takut ketika saya meninggal dalm keadaan futur.” suatu jawaban singkat yang belum juga saya pahami makna terdalamnya.

Mengingat mati. Mati yang husnul khatimah merupakan dambaan setiap orang beriman. Itulah salah satu hal yang bisa menjadi motivasi mengapa beliau tetap bersemangat dan konsisten.

Alhamdulillah beberapa hari kemarin hati saya tergerak untuk membeli buku Konsistensi : Menjemput Kematian Husnul Khatimah karya (M. Anis Matta). Beberapa bulan sebelumnya saya sudah melihat buku itu di toko, di hati saya ada keinginan untuk membelinya. Namun mengapa saya malah memalingkan muka dan membeli yang lain. Padahal di dalam buku itu terdapat banyak jawaban penting mengenai tenteng kehidupan yang saya jalani. Sungguh bodohnya diriku. Astaghfirullahal ‘adzim…

Berikut sebagian isi dari buku tersebut.

Sebagai manusia beriman, kita meyakini prinsip, bahwa bagian yang paling menentukan dari seseorang adalah akhir hidupnya dan ending kehidupan dari seseorang sangat ditentukan kualitas umur bukan kuntitasnya. Maka persoalan yang paling berat yang kita hadapi sesungguhnya bukanlah mendaki puncak gunung, tetapi bagaimana bertahan di puncak gunung itu hingga akhir hayat.

Untuk dapat bertahan di puncak, kita harus menhindari jebakan-jebakan kesuksesan, diantaranya:
1. rasa puas yang berlebihan
2. merasa sudah menjadi besar secara tidak objektif
3. keangkuhan akibat sukses
4. menganggap kehebatan diri sebagai faktor tunggal kesuksesan.

Kita harus mempertahankan obsesi pada kesempurnaan pribadi, melakukan perbaikan berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas akhir, dan mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan abadi kepada surga dan kecemasan abadi dari neraka, serta menyempurnakan semua usaha-usaha manusiawi kita dengan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan husnul khatimah.

Itulah konsistensi atau keistiqamahan. Karena prestasi hakiki yang kita raih, bukan ketika kita masih hidup, tapi justru ketika ruh telah dicabut dari raga kita.

Orang-orang yang bisa konsisten dan bertahan di puncak hingga akhir hayat mereka adalah mereka yang memiliki hal-hal berikut ini.

1. Pada umumnya, mereka beriman kepada hari akhirat, percaya pada surga dan neraka, dan menghadirkan kepercayaan itu dalam ingatan setiap saat.
2. Pada umumnya, mereka bekerja dengan orientasi yang kuat pada hari akhirat, dengan cita-cita yang kuat untuk masuk ke tempat yang tertinggi dalam surga.
3. Pada umumnya, mereka menemukan energi yang dahsyat untuk melewati rintangan, mengalahkan kelelahan, kejenuhan, keputusasaan, dorongan untuk mundur dari perjuangan, dan godaan untuk menyimpang dari jalan kebenaran.
4. Pada umumnya mereka menemukan energi yang dahsyat untuk bangkit kembali, dari kelemahan dan keputusasaan, atau setelah mereka mengalami keterpurukan, stagnasi, atau kemunduran.
5. Pada umumnya, mereka selalu berusaha bertahan terbang ke angkasa, dan mempertahankan tingkat produktivitas hidup yang tinggi, dengan sayap harapan dan kecemasan secara seimbang. Sebab, harapan mempunyai daya dorong kepada kebaikan, dan kecemasan mempunyai daya cegah dari kejahatan.

Doa adalah salah satu senjata kuat kita untuk memohon husnul khatimah kepada Allah. Karena husnul khatimah, pada akhirnya, adalah rahmat dari Allah SWT. Maka, kita hanya bisa konsisten sampai akhir, apabila Allah berkenan memberikan rahmat-Nya kepada kita.

Usaha-usaha manusiawi yang telah kita lakukan, hanyalah bukti-bukti yang dapat kita persaksikan di hadapan AllahSWT.

Maka sebesar apapun kepercayaan kita kepada keadilan-Nya. masih lebih besar lagi harapan kita kepada rahmat-Nya.

Berikut beberapa doa yang dapat kita ikhtiarkan, terlabih ketika akan tidur:

“sesungguhnya tidak ada yang kulakukan di luar kehendak-Mu; bahwa hidupku seluruhnya ada dalam genggaman tangan-Mu Yang Maha Perkasa dan Maha Berkehendak; bahwa hanya sentuhan rahmat-Mulah yang dapat membuat akhir kehidupanku akan menjadi indah; bahwa hanya sentuhan rahmat-Mulah yang dapat mengantarku pada keridhaan-Mu; dan bahwa hanya sentuhan rahmat-Mulah yang dapat mengantarku memasuki ruang yang terhormat dalam surga-Mu.”

Laa haulaa walaa quwwata illa billahil’aliyyil’adziim.

Amiin

6 thoughts on “Konsistensi : Terus berkarya & berjuang

  1. Assalamu’alaikum.
    iya,betul kang! konsistensi itu penting, walau ga mudah, tp klo mau sukses, yaa hrs konsisten..
    syukron kang artikelnya..
    Wassalamu’alaikum..

  2. Dulu sewaktu saya mau SPMB, ada kakak kelas bilang, ” masuk ITB itu gampang yang berat adalah mempertahankan prestasi (konsistensi). Saya khawatir setelah kalian diterima kalian akan sombong dan meninggalkan semua amalan-amalan sunnah (shaum,tahajud, dll). ” Dan sekarang baru kuingat nasehat itu saat saya sudah lalai.

  3. “Allahummaj’al khaira ‘umurii akhirahu wakhaira ‘amalii akhiraahu wakhaira ayyamii yauma liqa ik.”

    Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku di penghujungnya, dan sebaik-baik amalku di penghujungnya, dan jadikanlah hari-hari terbaik saat aku berjumpa dengan-Mu.

    Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s