Ketika hati bicara


Ketika hati bicara

Gelap hitam pekat
Mendung kian lama kian dekat
rintik-rintik air pun turun cepat
bumi jadi sendu berat
suryapun tenggelam di barat

Panggilan kasih mengalun
Kemarilah kasih
Tinggalkanlah luka laramu
Raihlah damai
dalam cinta Rabbmu

Sahabatku,
kudengar rintihanmu
kau mengemis minta ditolong
mengapa aku harus menolongmu?
layakkah kau ditolong?

Saat kau dapat nikmat
sanggupkah kau tetap syukur?
Saat kau sakit
sanggupkah kau tetap senyum?
Saat lapang atau sempit
sanggupkah kau tetap taat?

jawablah!
jujurlah!
Aku tak bisa kau tipu
Kau pasti sering mendengarku
tak hanya sekali
bahkan ribuan kali

Apa yang kau rasakan
ketika ku katakan surga?
Apa yang kau rasakan
ketika kukatakan neraka?
Apa yang kau lakukan?
ketika mendengar panggilan-Nya?

Sudahkah imanmu berbuah takwa?
Sudahkah ilmumu berbuah amal?

Bukalah jendela
Lihatlah langit malam
Pandangilah lukisan alam
Semesta bertasbih memuji-Nya
Apakah kau tidak malu pada-Nya?
seluruh perbuatanmu dalam pandangan-Nya

Kini…
malam menjelang
rembulan datang mengiringi
bersama jutaan bintang
dia  setia menemani
dengan cahaya terang

Sahabatku,
dengarlah suaraku
menangkan aku
dalam pertarungan jiwamu
walau kau sering menipuku
aku tetap menyayangimu

kobarkan azzam perjuangan
perbaiki langkahmu
dan jadikan aku rembulan
di langit jiwamu
agar terang  stiap perjalanan
menuju ridha Rabbmu

Sahabat sejatiku
aku mencintaimu

hati

17 juni ’08

3 thoughts on “Ketika hati bicara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s