Mudik


Kebumen

Alhamdulillah, setelah hampir dua pekan kembali ke kampung halaman sekarang saya sudah berada di Bandung lagi. Waktu berputar begitu cepatnya. Banyak pengalaman yang saya alami dari mulai beli karcis, berdesakan untuk naik dan mencari tempat duduk di kereta api Kahuripan sampai akhirnya saya berangkat lagi ke Bandung dengan ‘numpang’ mobil. Banyak hal yang dapat menjadi inspirasi, tapi pikiran ini belum mampu merangkai, mulut ini belum mampu berucap, tangan ini belum mampu menuliskannya. Oleh karena itu saya akan menulisnya secara bertahap aja. Semoga yang sedikit dan sederhana ini dapat memberi satu nuansa yang dapat berkesan di hati. Khususnya bagi saya sendiri dan siapa saja yang mau membacanya. Oke! sudah siap? Yaqin…??? Silahkan dibaca aja… Hehe🙂 ..maaf ya kalau garing..

Bagi saya, kembali ke kampung halaman seakan kembali merasakan pengalaman di masa kecil. Saya menemukan kembali lembaran sketsa kehidupan masa kecil. Seperti bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang penuh ketulusan dan kasih sayang. Masa kecil yang penuh suka-duka, sedih-gembira. Alhamdulillah saya masih dapat merasakan bahagianya berkumpul bersama keluarga, bertemu sahabat-sahabat, melihat indahnya suasana desa dan alamnya. Semuanya memberikan semangat baru. Jiwa ini terisi lagi oleh ruh semangat, tekad kuat untuk mewujudkan semua mimpi.

Berangkat ke kota adalah sebuah perjuangan untuk menjemput impian. Alhamdulillah Allah telah memberi kemampuan dan kesempatan, hanya dengan kuasa dan pertolongan-Nya saya bisa kuliah dan mendapat beasiswa. Kuliah merupakan sesuatu yang masih jarang tercapai khususnya bagi masyarakat desa karena berbagai alasan. Kuliah adalah salah satu cita-cita saat masih duduk di bangku SD hingga SMA. Sekarang saya bisa menikmati kuliah di jurusan yang saya inginkan. Inilah sebagian kecil impian yang telah terukir di masa kecil sampai saat ini. Masih kecil dan memang tak sempurna, tapi aku harus selalu mensyukurinya. Karena apalah artinya keluh kesah/kecewa karena ketidak-sempurnaan, padahal nikmat yang telah dianugerahkan oleh ALLAH sangat besar dan banyak sampai tidak dapat dihitung. Alhamdulillah. Namun ini belum bisa dikatakan berhasil, bahkan masih jauh karena keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kita dapat berjumpa dengan kekasih sejati, Allah Ar Rahman Ar Rahim sehingga kita akan mendapat salam dari-Nya di syurga. Marilah kita selalu berusaha dengan sungguh berlomba dalam melakukan perbuatan yang diridhai-Nya. Semoga kita selalu dibimbing dan dirahmati Allah. Amin. “Make Our Dreams Come True”.

Sudah saatnya kita menyelam ke kedalaman, jangan hanya melihat di permukaan saja…

Hancurkan karang penghalang di hati
Bangun mercusuar keyakinan
Tetapkan tujuan, arahkan kapal
Gunakan kompas dan bintang sbg penunjuk arah
Berlayarlah, temukan ‘dreamland‘ mu.

“Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim)

Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari. (Hasan Al Banna)

Bersambung…😀 makanya tonton terus chanel ini! (emangnya TV???) Eh, iya…maksudnya kunjungi terus blog ini.. hehe…😀

One thought on “Mudik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s