Membaca, Menulis, Proses Kreatif


100_5355.jpg

—-Ahda Imran

MARILAH kita mulai dari kenyataan bahwa manusia bisa berbicara karena ia bisa mendengar. Dan karena itulah umumnya seseorang tuna rungu akan sekaligus menjadi seorang yang gagap berbicara bahkan bisu (tuna wicara). Tidak mendengar artinya ia tidak mendapat informasi bagaimana caranya berkomunikasi. Ketiadaan informasi inilah yang lantas membuatnya juga tidak tahu bagaimana caranya harus berbicara dan berkomunikasi. Dengan kata lain, seorang anak yang sejak kecil tidak bisa mendengar pasti tidak akan tahu bagaimana caranya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi mengatakan keinginannya.

Di colorado, Amerika Serikat, dalam sebuah kasus yang menghebohkan di tahun 1984, seorang anak dibesarkan dalam pendidikan yang kejam. Sejak usia 4 tahun ia dikurung dalam kamar yang pengap. Kedua orang tua angkatnya tak pernah mengajaknya berbicara kecuali menggeram. Hingga usia 13 tahun anak itu akhirnya tak pernah bisa berbicara dalam bahasa Inggris aksen apapun, kecuali hanya menggeram.

….

Membaca, kata penyair Goenawan Mohamad, adalah membangun sebuah dunia. Membaca sebuah novel atau cerpen, adalah membangun sebuah dunia imajinasi. Dunia yang ada dalam diri setiap manusia, dan yang berbeda dari dunia kenyataan sehari-hari. Masuk ke dalam 2-3 halaman pertama, kita diajak oleh penulis untuk mengikuti imajinasinya dengan keterlibatan emosi dan pikiran.

….

Membaca juga adalah peristiwa mengalami bahasa. Dalam kesehari-harian, bahasa kita pakai hanya untuk keperluan-keperluan fungsional sebagai komunikasi lisan. Bahasa belum menjadi maknanya yang hakiki sebagai simbol untuk mengungkapkan dan mengekspresikan seluruh pengalaman kita. Dalam hal inilah, membaca sebuah novel, cerpen, atau puisi, adalah peristiwa mengalami bahasa yang mengongkretkan pengalaman si penulis. Bahasa menjadi alat si penulis untuk mengongkretkan pengalaman-pengalamannya, imajinasinya, pemikirannya, harapan-harapannya, dan kecemasan-kecemasannya.

Dengan bahasalah kita bisa dengan takjub dan ketagihan mengikuti kisah Harry Potter di sekolah sihirnya. Bahasa adalah bentuk (form) yang akan menentukan bagaimana si penulis menyedot imajinasi kita sebagai pembaca.

….

Jika membaca adalah membangun sebuah dunia, demikian pula dengan menulis. Menulis novel, cerpen, puisi, artikel, sampai menulis buku harian, dan SMS nyatain sampai ngegombalin, bisa dimengerti sebagai cara kita untuk menghadirkan diri siapa diri kita. Dengan menulis seseorang bukan hanya mengekspresikan dirinya, tapi juga mengolah dan mengkomunikasikan pemikiran, perasaan, dan imajinasinya.

Menulis tak hanya mengkonkretkan pengalaman, tapi juga menyimpan pengalaman itu. Mungkin seperti membuat potret di potret di photo-box, ketika menulis seseorang artinya sedang membuat kenang-kenangan tentang perasaan dan pikirannya di suatu waktu dan tempat. Dalam halnya karya sastra, Erasmus Huis, orang pintar dari Belanda di abad 18 bilang, jika sejarah adalah catatan lahir dari suatu peristiwa, maka karya sastra adalah catatan bathin dari peristiwa itu.

Lalu peristiwa apa sajakah yang paling asyik untuk ditulis? Tak ada peristiwa yang tidak mengasyikkan untuk ditulis. Semua peristiwa selalu mengasyikkan untuk dijadikan novel, cerpen, puisi, atau tulisan lainnya sepanjang kita kreatif memperhatikan sekeliling dan mengolah imajinasi. Tentu saja menulis yang paling gampang dan mengasyikkan adalah menulis apa yang kita ketahui dan kita kenal. Banyak kejadian sepele di sekeliling kita yang sesungguhnya menyimpan ide-ide menarik untuk dijadikan tulisan.

Apa yang kita ketahui dan kita kenal artinya adalah apa yang dekat di sekeliling kita. Dari mulai anak tetangga rumah yang cakep, anjing atau kucing peliharaan kita yang lucu tapi juga jorok, suasana dalam angkot dan bis kota yang kita naiki setiap hari, Ibu atau Bapak Guru yang streng, sampai teman satu bangku yang suka numpang SMS dan punya kebiasaan ngupil.

….

Jika pun kita ingin menulis sesuatu yang dahsyat, misalnya, kisah seorang gadis yang jatuh cinta pada hujan, WC sekolah yang ada penunggu makhluk halusnya, atau seorang pemuda yang diputuskan kekasihnya lalu ingin bunuh diri, maka keharusan kita pertama adalah mengumpulkan pengetahuan (Referensi) tentang hal itu.

Seseorang yang sudah bulat tekadnya untuk menjadi penulis adalah seorang yang harus mengisi batok kepalanya dengan berbagai pengetahuan. Dari mulai sastra, psikologi, sejarah, politik, sosiologi, filsafat, ilmu jiwa, agama, politik, kalau perlu klenik. Tapi semua itu bukan lantas kita boleh ngedumel, ribet banget mau jadi penulis! Bukan.

Dengan pengetahuan dan wawasan yang kita miliki, justru akan membuat menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan dan mengasyikkan. Semua pengetahuan dan wawasan itu akan membuat imajinasi tulisan kita bertambah kaya. Disinilah pentingnya hubungan saudara kembar membaca dan menulis.

**

MEMBACA dan menulis adalah saudara kembar dalam proses kreatif seorang calon penulis. Tak ada pelajaran paling ampuh bagi seorang calon penulis kecuali membaca. Membaca novel, cerpen, puisi, artikel, akan membuat seorang calon penulis secara tak langsung berlatih banyak hal tentang teknik menulis. Dari mulai plot, karakter, konflik, alur setting, penokohan, bagaimana mengolah bahasa, dan mengembangkan imajinasi.

Dengan kata lain, hasrat menulis haruslah juga dibarengi dengan hasrat membaca dan menyatukan keduanya. Dengan membaca, cara kita memandang peristiwa-peristiwa di sekeliling kita menjadi lebih kaya dan imajinatif. Dam inilah yang kerap merangsang ide-ide kreatif untuk diwujudkan dalam novel, cerpen, puisi, artikel, dan sebagainya.

Menulis tanpa kebiasaan membaca sama halnya handphone yang habis batre dan tidak punya pulsa.

Ahda Imran, penyair, esais, jurnalis.

Disampaikan sebagai materi Work-Shop Creating Future Writer’s, SMAN I Bandung, 22 Juni 2007.

 

Selesai….🙂

Selamat Berkarya!!

GANBATTE

animation-003.gif

One thought on “Membaca, Menulis, Proses Kreatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s