Jalan Cinta Para Pejuang karya Salim A. Fillah

24 02 2009

jalan-cinta1Kutipan salah satu bab di dalam buku ini
Sergapan Rasa Memiliki

..milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
♥♥♥

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.
Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..
Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

Source: buku baru Salim A. Fillah : Jalan Cinta Para Pejuang/Gairah/Sergapan Rasa Memiliki, by Pro-U Media 2008


Tindakan

Information

19 tanggapan

18 02 2012
fur_aje

subhanallahh… manusia boleh berencanaa… akan tetapi Allah tetap yang akan menentukan

28 10 2011
yahya ayyasy

salam. buku yg luar biasa, sempat jadi bahan materi tuk seminar LDK dan saat ini bukunya di pinjam teman tuk selamanya…hikhikhik…
afwan izin share di blog ana..

7 07 2011
mutiara surga

Subhanallah..smpai menitikkan air mata membacany,,ketulusan..kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa indahnya,,

3 06 2011
Aina

Subhanallah…
Buku Dalam Dekapan Ukhuwah yang inspiratif dan indah..

28 04 2011
Mahdiah

kereen…
subhanallah….

7 12 2010
ika

Subhnallah……..terharu…..

26 11 2010
26 11 2010
fafhaa

izin share yaa.. suka sekaliii.. :)

26 09 2010
Mardi

bagus kutipannya. semoga kita ikhlas, niat karena Allah

29 05 2010
greenyazzahra

Subhanalloh,,gerimis hati sy membacanya..
Semoga kita bisa menapaki jalan cinta para pejuang..
aminn YA Rabb

22 05 2010
Rna

bagus, alhamdulillah dapat menginspirasi, minta izin untuk share ya pak?syukron

15 05 2010
ega

ana suka bgt bku pacaran setelah menikah…qt jd tau pa yg salah..dalam sebuah kata cinta…

29 01 2010
phia

buku yg sangat menginspirasi… memandang cinta secara luas, agar tak menjadi org2 yg gilalova. ya, karena cinta harus punya VISI.

15 01 2010
ika septi nurlia

this is nice book….

1 01 2010
kazin

pokoknya, semua buku2 antum MANTAP…!!!

16 09 2009
Miftahur

Salim A. Fillah juga menulis Buku : Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Gue Never Die, dan Bahagianya Merayakan Cinta.

Buku-buku yg bagus… :)

15 07 2009
kaosperjuangan

salam perkenalan

27 05 2009
Ibnu Saman

Assalamu’alaikum
Ada buku baru berjudul “Agar HP Bikin Kamu Masuk Surga”
Bisa diliat di:
abduljabbar2008.wordpress.com/2009/05/20/agar-hp-bikin-kamu-masuk-surga/
atau
proumedia.multiply.com/ – 46k

Mungkin cocok buat kamu-kamu semua

6 03 2009
Nawrah

Sulit diungkapkan dengan kata kata,, namun.. sungguh inilah arti cinta sesungguhnya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.